Friday, January 15, 2010

RJP

TAHAPAN RJP (CPR)
  1. Cek kesadaran = periksa kesadaran penderita dengan memanggil namanya dan menepuk pundaknya, jika tidak ada respon segera kita meminta pertolongan medis atau RS terdekat.
  2. Emergensi Medical System ( meminta pertolongan ) = setelah segera menghubungi tenaga medis atau RS terdekat kemudian kita kembali untuk melakukan RJP, apa bila lebih dari satu penolong sebaiknya satu penolong harus memulai tahapan RJP dan satu penolong lainnya meminta pertolongan tenaga medis.
  3. Buka airway ( jalan nafas ) = untuk persiapan RJP, letakkan pasien atau penderita pada posisi terlentang. buka jalan nafas dengan Head Tilt Chin Lift bila tidak ada trauma kepala atau leher, bila dicurigai adanya trauma servikal, buka jalan nafas dengan Jaw Thrust atau Chin Lift tanpa ekstensi kepala
  4. periksa breathing ( pernafasan )
  5. pemberian rescue breathing ( pernafasan buatan)
  6. kompresi dada = kompresi dada merupakan tindakan penekanan dada di bagian bawah pada pertengahan sternum atau sejajar puting dada secara teratur ( rhitmic ), kompresi dada sangat penting dilakukan >4 menit setelah penderita jatuh tidak sadar. penelitian tentang kompresi dada ini dihasilkan dari penelitian consensus 2005 yang menyimpulkan bahwa :
  • kompresi dada yang 'efektif' sangat penting dalam menyediakan aliran darah selama RJP. Untuk memberikan kompresi dada yang efektif tekan dengan keras dan cepat, tekan dada penderita dengan kecepatan atau tempo 100x/mnt, dengan kedalaman kurang lebih 4-5 cm, dan membuat waktu kompresi dan relaksasi sama atau seimbang.
  • minimalkan penghentian pada kompresi dada.
TEKNIK
  1. Letakkan penderita pada posisi terlentang pada alas yang keras misalkan lantai.
  2. Penolong berlutut disamping penderita sejajar dengan thoraks atau dada penderita.
  3. Penolong harus menekan pada pertengahan bagian bawah sternum penderita.
  4. Letakkan satu tumit tangan diatas sternum pada bagian tengah dan letakkan tangan kedua diatasnya.
  5. Tekan sternum kurang lebih 4-5 cm dan kemudian biarkan dada kembali dalam posisi normal. dada yang kembali pada posisi semula membuat aliran darah dari vena kembali ke jantung, ini merupakan hal yang sangat penting pada saat melakukan RJP (CPR).
  • Bila penderita tidak bernafas berikan nafas buatan 2 kali sampai membuat dada mengembang/naik, kemudian cek arteri carotis selama 10 detik, bila tidak teraba nadi lakukan 30 kompresi dada dan 2x bantuan nafas tekan dengan keras dan cepat (100x/mnt) dan lepaskan dengan sepenuhnya ( minimalkan penghentian pada kompresi ) 30:2 ( 1 atau 2 penolong ) lakukan 5 siklus 30 : 2 ( 2 menit ) kemudian cek kembali arteri carotis, bila teraba adanya denyutan pada arteri carotis berikan bantuan pernafasan tiap 6 detik sekali ( 10x/menit ), periksa nadi tiap 2 menit.
Berikut adalah video cara melakukan RJP pada saat kita mengikuti pelatihan BTCLS oleh tim 118, dicontohkan oleh k'Daus :) cek it out


Sebaiknya kita semua dapat melakukan RJP (CPR) paling tidak kita sudah mengetahui harus bagaimana dalam menghadapi penderita yang henti nafas dan henti jantung, karena dalam situasi dan kondisi yang tidak diharapkan dapat terjadi pada siapa saja dan di mana saja. saya harap sedikit tulisan dari pelatihan RJP ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang baca, dan mencari ilmu yang lebih dari mana saja :)

No comments:

Post a Comment